Manfaat Bercerita Pada Anak

Membangun kedekatan sosial emosional antara pendidik dengan anak. Media penyampai pesan/nilai moral dan agama yang efektif.
Mengembangkan pola berpikir kritis dan imajinasi. Menyalurkan dan mengembangkan emosi personal yang baik. Membantu proses motorik halus peniruan perbuatan baik tokoh dalam cerita. Memberikan dan memperkaya pengalaman batin.
Sarana hiburan dan penarik perhatian. Menggugah minat baca.
Sarana membangun watak mulia.
Memilih cerita untuk anak

Baca Ikuti Lomba Membatik 2019

Sebelum bercerita, sebaiknya pahami dulu cerita apa yang hendak disampaikan, sesuaikan dengan karakter anak usia dini. Agar dapat bercerita dengan tepat, Anda harus mempertimbangkan materi ceritanya.

Pedoman pemilihan cerita

a). Pemilihan tema dan judul yang tepat. Menurut pakar pendidikan Prof Dr. Arief Rahman, MPd anak hidup dalam alam khayal. Anak-anak menyukai hal-hal yang fantastis, aneh, yang membuat imajinasinya “menari-nari”. berikut cara memilih cerita :

sampai usia 4 tahun, anak menyukai dongeng fabel dan horor, seperti: Si wortel, Tomat yang hebat, Anak ayam yang manja, Kambing gunung dan kambing gibas, Anak nakal tersesat di hutan rimba, raksasa yang menyeramkan dan sebagainya.
Usia 4-8 tahun, anak-anak menyukai dongeng jenaka, tokoh pahlawan/hero dan kisah tentang kecerdikan, seperti; Perjalanan ke planet biru, Robot pintar, Anak yang rakus, dan sebagainya
Usia 8-12 tahun, anak-anak menyukai dongeng petualangan fantastis rasional (sage), seperti: Persahabatan si pintar dan si pikun, Karni juara menyanyi dan sebagainya.
(sumber : FB)

Baca juga tentang

Rilis Dapodik Paud 2019

Panduan Isi Sispena PAUD

Syarat Penerima Bantuam Sarpras 2019

Comments

comments

Tempat diskusi/sharing